Sunday, September 30, 2012

Yang Terlupakan dan Tersisihkan

Hari itu sudah terlewati. Orang yang aku nantikan, dia datang padaku. Untuk hari itu, dia yang pertama. Bangga, senang, terharu, semua bercampur menjadi satu. Untuk kali itu, tiap jam aku terbangun. Memastikan segala sesuatunya. Apakah dia hadir, apakah dia mengingat hal ini, apakah dia menjadi yang pertama. Jam pertama, kosong. Jam kedua, kosong, Jam ketiga, masih kosong. Jam keempat, aku masih berharap dia datang. Jam kelima, DIA DATANG! Aku gembira karena nya. Doa ku dikabulkan oleh Tuhan. Pada saat itu, hanya satu pintaku. Dan memang benar, aku hanya menginginkannya.

Dia datang padaku, mungkin pikirku itu sudah cukup. Namun ternyata tidak. Aku memintanya untuk tetap tinggal di sini untuk beberapa waktu saja. Dia menolak dengan tegas. Hati ini sakit, serasa dihunus oleh pedang tajam. Aku memohon, dia tetap menolak. Aku memaksa, ia kesal padaku. Aku terus memaksa, marahnya semakin menjadi-jadi. Akhirnya aku memutuskan untuk diam dan tak berkata apa pun. Ia memilih yang lain daripada harus tinggal bersamaku sebentar saja di sini.

Terima kasih, kau sudah mengingatku. Meskipun itu hanya sekejap. Aku sudah cukup senang. Terima kasih juga telah menyisihkanku demi orang lain. Walaupun dulu kau adalah satu-satunya orang yang selalu ada untukku.

Mereka, orang yang ada di dekatku juga. Orang-orang yang biasanya tak pernah lupa akan hal-hal yang penting bagiku. Di awal, mereka mengingatkanku akan hari itu. Menyusun rencana sedemikian rupa, namun ternyata tak ada kabar satu pun dari mereka. Mereka melupakan hari pentingku. Menunggu tiap jam, tak kunjung datang. Detik demi detik berlalu, menit demi menit berlalu. Mereka masih menghilang. Mungkin mereka tidak menyisihkanku, tetapi mereka melupakanku.

Thursday, September 27, 2012

Waiting For That Day

Menunggu hari itu, butuh waktu satu tahun. Dan itu terus terjadi 'over and over again'. Hari spesial yang dinantikan oleh setiap manusia. Tapi aku selalu mendapatkan hal yang buruk dari hari itu, dan SELALU.

Besok, mungkin bisa dikatakan sebagai hari spesialku. Tapi entah apa yang akan terjadi. Aku bertanya-tanya. Bertanya pada diriku, hatiku. Semua yang ada di sekitarku, aku bertanya. Namun tak ada jawaban. Dia, yang seharusnya ada di sisiku saat ini, besok, dan selamanya, dia tak ada di sini. Dia tak membalas apa pun yang aku berikan. Seharusnya dia menjadi seseorang yang berdiri di sampingku saat ini, ketika aku rapuh dan hancur.

Satu yang aku ingin, menunggu hari itu datang dan dia datang kepadaku..

For: someone who stay on my left side

Sunday, September 9, 2012

What Makes You Beautiful

Sebagai manusia, pasti ada rasa dimana kita memiliki ketertarikan. Entah dengan lawan jenis atau yang lainnya. Dan itulah yang saya alami selama ini.
Tersenyum, hal mudah yang dapat kita lakukan dimana saja. Namun terkadang terasa berat untuk melakukannya. Banyak orang mengatakan 3S, yaitu senyum sapa salam. Itu yang dapat membuat orang lain menghargai kita.
Aku, terkadang sulit melakukan hal seperti itu. Selain jarang sekali dalam mood yang baik, sifat cuek sudah melekat di tubuh ini. Hal tersebut menjadi sangat susah untuk dilakukan. Ya, tersenyum. Meskipun seperti itu, aku senang sekali melihat orang tersenyum. Dari senyuman itu, muncul sebuah ketertarikan atau sebuah kesenangan.
Teringat kata ibu, “Tersenyumlah, karena tersenyum membuat kamu terlihat cantik.” Aku selalu ingat akan kata-kata itu. Dan ternyata memang benar. Selama kita hidup, lihatlah orang yang selalu tersenyum. Ia akan terlihat lebih baik daripada orang yang lebih sering terlihat cemberut.
Ada beberapa orang yang aku kagumi karena senyumannya. Senyum yang menawan, indah, menyejukkan hati. Diantara mereka memang laki-laki. Itu karena menurut pribadi saya, senyum laki-laki lebih menyenangkan daripada senyum para perempuan. Mungkin saya berpendapat gini karena saya perempuan, hahahaha..
Ya, memang itu adanya. Mari kita tersenyum, mari kita membuat dunia tersenyum karena kita.
*ps: Kata ketertarikan di atas jangan dianggap sebagai ketertarikan dalam hal cinta, hanya sebatas pandangan mata.
SMILE EVERYBODY! :))

Thursday, September 6, 2012

Sedih.

Manusia diciptakan sesuai gambar dan rupa Allah. Bukan wajah yang sama persis dengan Tuhan, namun sifat-sifat manusia itu sendiri berasal atau sama dengan Tuhan. Tuhan adalah panutan kita, panutan dari segala panutan. Tuhan adalah Tuhan, dan Dia juga manusia, Pernah merasakan senang dan sedih, bahkan tersiksa. Sama halnya kita sebagai manusia yang bukan Tuhan.

Perasaan sedih bisa muncul kapan pun dan dimanapun. Tanpa terduga, hal itu muncul bagai hati ini dihunus oleh pedang tajam. Perasaan tersiksa, perasaan sedih, benar-benar membuat sakit. Tidak hanya sakit, hal itu serasa membuat kita kehilangan segalanya.

Segalanya terasa hilang
Segalanya terasa hampa
Semua itu hilang dengan perlahan
Ya, perasaan senangku memudar
Kebahagiaan itu tak ada lagi
Rasa sedih itu menyebar ke seluruh tubuh
Bagai penyakit, yang tiba-tiba merusak tubuh dengan ganas
Aku menangis, menahan rasa sakit ini
Aku menahan, menunggu
Menunggu semua ini akan berakhir